Saat ini dijelaskan oleh Plt. Kepala Disperindagkop Kaltara, Hasriyani pihaknya masih sulit mengelolah secara penuh Toko Indonesia Krayan, karena belum adanya serah terima dari dinas terkait yang membangun Toko Indonesia Krayan.
“Kalau untuk pembangunan dan pengelolaan itu belum jadi tanggung jawab kita, kecuali pendistribusian barang SOA dan itupun belum bisa maksinam karena adanya beberapa kendala di Lapangan,” kata Hasriyani pada Sabtu 09 April 2023.
Kendala yang dimaksudkan di sini ialah, akses pendistribusian hingga tata letak Toko Indonesia Krayan yang sangat jauh dan dianggap masih rawan tindak kriminal. Jika menaruh barang SOA disana.
“Kendala distribusi SOA kita ada di situ, bahkan camat setempat mengatakan akan sangat rawan jika menaruh barang Sembako di sana, kecuali ada yang jaga,” lanjutnya lagi.
“Makanya sampai saat ini SOA yang kita distribusikan belum bisa maksimal 100 persen, karena adanya beberapa kendala yang saya sebutkan tadi,” terangnya.
Meski demikian, Hasriyani mengaku kalau pihaknya juga mengupayakan adanya pembenahan pada Toko Indonesua Krayan, agar bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat setempat.
“Lokasinya memang kurang mendukung, tapi kita juga harus perhatikan azas manfaatnya. Karena kita juga tidak ingin masyarakat sekitar terus membeli barang dari Malaysia. Jadi memang butuh waktulah Toko Indonesia Krayan ini untuk benar-benar termanfaatkan dengan maksimal,” pungkasnya. (*)